Kenali Prinsip – Prinsip Dasar Analisis Teknikal Trading Kripto

xclose-up-of-businessman-hands-pointing-pen-to-P3KVGPW.jpg.pagespeed.ic.TeYTci2z20.jpg

Pada artikel sebelumnya, sudah dikupas secara tuntas tentang analisis fundamental. Mulai dari pengertiannya, perbedaan trading kripto dengan trading saham, hingga penerapan analisis fundamental itu sendiri. Selain analisis fundamental, ada metode analisis cryptocurrency lain yang umum digunakan para trader, yakni analisis teknikal.

Meski metode yang digunakan berbeda, analisis fundamental dan analisis teknikal punya tujuan yang sama, yakni untuk menilai pasar cryptocurrency dan menjadi alat bantu dalam setiap pengambilan keputusan. Kedua analisis ini juga akan membantu traders untuk memprediksi kemana harga kripto akan bergerak.

Jika teknik analisis fundamental fokus menganalisa karakteristik koin, perkembangan berita terbaru koin kripto dan semua informasi finansial tentang aset digital, lalu bagaimana dengan analisis teknikal? Indikator dan faktor apa saja yang perlu diperhatikan? Dan, bagaimana menerapkan analisis teknikal ini? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ya!

Apa yang dimaksud Analisis Teknikal?

Metode analisis teknikal adalah analisis tren harga yang dilakukan dengan cara melihat pola grafik, statistik, atau chart pergerakan harga koin kripto. Jadi, berbeda dengan analisis fundamental, analisis teknikal tidak memperhatikan nilai, kualitas, atau karakteristik suatu koin kripto, melainkan fokus memantau pergerakan harga yang sudah tersaji pada chart.
Para trader yang menerapkan analisa teknikal akan memantau statistik dan grafik harga serta volume perdagangan mata uang kripto. Dengan menerapkan metode analisis ini, para trader kripto bisa memprediksi arah pergerakan trend harga, sentimen pasar, dan lainnya.

Prinsip-Prinsip Dasar Teori Dow

Ada beberapa macam dasar analisa teknikal yang digunakan dalam trading kripto, salah satunya adalah Teori Dow. Teori ini diterapkan hampir di setiap analisa teknikal pada semua instrumen investasi. Mengapa? Karena Teori Dow memuat ide paling dasar dari metode analisa teknikal.

Agar proses analisa teknikal trading kripto berjalan lancar, ada beberapa prinsip dasar Teori Dow yang perlu dipahami. Apa saja? Simak informasinya berikut ini.

  1. Market atau pasar menampilkan segalanya
    Prinsip dasar pertama Teori Dow ini menyatakan kalau harga yang terekam dalam chart (market) sudah menyerap segala informasi, baik itu masa lalu, saat ini, atau prediksi di masa depan. Oleh karenanya, para traders yang menganut prinsip Teori Dow akan menitiberatkan fokus mereka pada harga.
  2. Pergerakan harga tidak sepenuhnya acak
    Hal ini karena biasanya harga akan mengikuti trend yang terbentuk, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dan umumnya, sekali tercipta sebuah trend, harga cenderung akan mengikuti polanya. Oleh karena itu, para trader kripto berupaya memprediksi trend sebaik mungkin. Mengapa? Karena, semakin tepat traders mengidentifikasi arah dan kekuatannya, maka akan semakin besar peluang untung yang dikumpulkan.
  3. ‘Apa’ lebih utama dari ‘Mengapa’
    Para trader yang menerapkan analisis teknikal akan menitikberatkan fokus terhadap ‘apa’ yang bisa dianalisa dari chart, dibandingkan mencari tahu alasan ‘mengapa’ terjadi perubahan harga pada chart.
  4. Sejarah cenderung berulang kembali
    Prinsip dasar ini terbentuk dari anggapan kalau sebenarnya psikologi pasar mudah ditebak. Hal ini dibuktikan dengan melihat kesamaan perilaku sebagian besar traders saat harga bergerak di level-level tertentu.

Dasar-Dasar Analisa Teknikal

Ada beberapa dasar analisa teknikal yang perlu diketahui, mulai dari trend, support resistance, volume, moving average, dan lain sebagainya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya.

  • Trend
    Salah satu kunci penting dalam analisa teknikal trading kripto adalah identifikasi trend. Bagaimana cara mengetahui arah trend? Biasanya, para traders teknikalis akan mengamati pola high dan low harga pada chart.
    Misalnya, jika ‘high’ terus terbentuk di level yang lebih tinggi dari sebelumnya (higher high), maka dapat dikatakan harga sedang mengalam uptrend. Begitupun sebaliknya, jika ‘low’ terus terbentuk di level yang lebih rendah dari sebelumnya (lower low), maka harga sedang mengalami downtrend.
    Untuk memudahkan pembacaan arah trend harga pada chart, sebagian traders lebih memilih menggunakan alat bantu indikator, seperti Moving Average (MA). Alat bantu indikator ini juga bisa digunakan untuk mengetahui perubahan momentum, yakni dengan menempatkan dua garis MA dengan periode berbeda, lalu mengamati momen persilangan kedua garis tresebut.
  • Support Resistance
    Salah satu kunci penting lain yang diperlukan pada analisa teknikal adalah support resistance. Support ialah batas yang tercipta karena kesepakatan trader, jika harga saat ini sudah mencapai level oversold atau jenuh jual. Sedangkan, resistance terbentuk sebagai ‘atap’ dan dianggap sebagai batas overbought atau jenuh beli.
    Cara mainnya yakni dengan mengikuti pola dan perilaku pasar. Setelah harga memantul dari support, traders perlu bersiap-siap untuk open buy. Dan ketika harga terkonfirmasi gagal menembus resistance, maka traders perlu membuka posisi sell.
  • Volume
    Sebenarnya, menitikberatkan fokus pada arah trend saja tidak cukup untuk memprediksi peluang harga selanjutnya. Traders juga perlu memperhatikan volume guna memastikan kelangsungan sebuah trend. Contohnya, jika harga saat ini sedang mengalami uptrend tapi volume buyer cenderung melambat, maka bisa disimpulkan bahwa kemungkinan besar kenaikan harga akan berakhir tidak lama kemudian.

Maksimalkan Analisis Teknikal dengan Fitur Advance Chart

Ada beragam jenis chart yang biasa digunakan para trader teknikalis untuk menganalisa pergerakan harga kripto, misalnya seperti Candlesticks dan Bollinger Bands. Tapi, nyatanya, para traders memerlukan chart dengan fitur yang lebih kompleks agar bisa membaca arah tren dengan lebih akurat. Untuk itu, penggunaan Advance Chart adalah solusi yang tepat.
Dibandingkan dengan chart biasa, Advance Chart memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap sehingga traders bisa memprediksi tren naik atau turun dengan lebih mudah. Chart biasa umumnya hanya menampilkan volume transaksi, harga buka, tutup, tertinggi dan terendah, dan tidak bisa diutak-atik. Sedangkan Advance Chart punya fitur dan tools yang lebih kompleks namun tetap user friendly alias mudah digunakan.

Uniknya, tipe bar di Advance Chart bisa diganti sesuai keinginan, mulai dari tipe Candlestick biasa, Line, Area, hingga Hollow Candles. Bahkan, timezone dan warna bisa diubah sesuka hati. Para trader juga bisa memberikan garis trend, lingkaran, dot, atau jenis simbol lainnya untuk menandakan pergerakan harga yang sedang diteliti. Tidak cukup sampai di situ, traders juga bisa menambakan gambar atau tulisan pada grafik sebagai tanda. Canggih, ya?

Setelah mengupas tuntas analisis fundamental dan teknikal, mungkin akan timbul pertanyaan “Metode manakah yang paling tepat digunakan?”. Jawabannya sederhana, kedua analisis ini punya keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Tapi, akan lebih baik jika kamu seimbangkan analisis teknikal dan analisis fundamental dalam trading kripto.

Kalaupun akhirnya kamu condong pada teknik analisis teknikal, pastikan untuk tetap mengikuti perkembangan berita terbaru koin kripto ya.

  • 2
Block
Add Reply
Feedback |
expand

Hello

Add Reply
expand

Support

Add Reply
expand
You should login to reply
You will reward to {{ username }}

Available Balance: {{balance}}

≈ $ {{usdtAmount.toFixed(2)}} (The reward commission rate is 10.0%)

New Favorite Bag

Add To Favorite You can create multiple favorites and classify the topics. Please select the favorites you want to add.
{{ favoriteBag.title }} {{ favoriteBag.favorites_count }}Topics

{{ text }} OK
fa-bars fa-arrow-up